DETAIL BERITA


post: 2011-04-07 20:42:31
berita ini telah dibaca: 17369 kali


ISOLASI JAMUR UNTUK GAHARU

PENGEMBANGAN INOKULUM JAMUR PENGINDUKSI GAHARU I. ISOLASI JAMUR DARI SAMPEL BATANG TERINFEKSI Tujuan: memperoleh biakan jamur dari sample batang yang menunjukkan gejala pembentukan resin gaharu. Bahan & Alat: - Sample batang - Media PDA (potato dextrose agar) , - Alkohol 96% - NaOCl 5% - Aquadest steril - Cawan Petri - Labu Erlenmeyer - Pinset - Blade & scapel Cara Kerja: 1. Semua peralatan dan bahan disterilkan. 2. Media PDA disiapkan , lalu disterilkan dengan menggunakan autoclave (1210 C, 1 atm, 15’), setelah agak dingin, dituangkan ke dalam cawan petri steril, dibiarkan supaya membeku. 3. Sterilisasi sample: - Sample dicuci dengan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang melekat (terbawa). - Potongan kayu dibilas dalam larutan alcohol 96 % selama 3 menit, alcohol dituang ke tempat lain. - Lalu potongan kayu tersebut dibilas dengan aquadest steril, 3 menit, kemudian aquadest dituang ke tempat lain - Sample dikocok dalam larutan NaOCl 5% selama 2 menit, setelah itu, NaOCl dituang ke tempat lain. - Sample dibilas kembali dengan aquadest steril (3X ), sampai tidak tercium bau kaporit. 4. Sample (potongan batang kayu gaharu) yang telah steril, dibiakan pada media PDA, diinkubasi beberapa hari (+ 1 minggu) dan diamati jamur yang tumbuh dari potongan kayu tersebut, jika koloni jamur tersebut telah mencapai diameter tertentu, dapat dipindahkan ke media PDA yang baru. II. PEMURNIAN & PEMBIAKAN ISOLAT Tujuan: Memperoleh biakan isolate jamur yang homogen pada setiap cawan Bahan & Alat: - Biakan jamur hasil isolasi - Media PDA dalam petri - Jarum ose - Bunsen Cara Kerja: 1. Setiap koloni jamur yang tumbuh dari potongan kayu, dipindahkan ke media PDA baru. 2. Kultur diinkubasi + 1 minggu, lalu dimurnikan (dapat dilakukan dengan metode: ‘single spore’ atau ‘hyphal tip’) dengan dipindah ke media yang baru. 3. Kultur yang sudah murni, dapat terus diremajan, dengan cara disubkultur ke media PDA dalam selang waktu tertentu (bergantung dari laju pertumbuhan isolate tersebut, biasanya sekitar 2-4 minggu) 4. Untuk memudahkan proses inokulasi, isolate yang telah murni ini dibiakan dalam media carrier. Media carrier dapat berupa media cair maupun padat. Pemilihan media carrier, harus mempertimbangkan: kemudahan saat aplikasi di lapangan dengan tetap menjaga viabilitas & daya infeksi isolate seoptimal mungkin.

[ Kembali ]